Rabu, 27 Desember 2017

Sejarah Kebudayaan Islam


Kepribadian Nabi Muhammad. SAW

 

Simaklah video tentang kepribadian Nabi Muhammad. SAW !
# Semoga bisa meniru kepribadian mulia Beliau.

keterampilan kaligrafi

https://www.youtube.com/watch?v=B3KfeHoFXHg



bukalah link tersebut kemudian simaklah tata cara membuat kaligrafi !

Fathu Makkah

uji kompetensi asmaul husna

https://drive.google.com/drive/folders/0B8qOZwwnMMA5fnJWcnUyc3p3RWV3TFpRUWhrekx1V3IwdUQ5eDhrRTFEWTNjSU1YdkN1TG8"> buka link tersebut, selanjutnya lakukan sesuai yang ada dalam file tersebut. Semangat !

Asmaul Husna


Asmaul Husna Al- Mujib dan Al Jabbar 

  • Pengertian Asmaul Husna

Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang terbaik. Allah menjanjikan  pahala  dan masuk surga kepada barang siapa yang menghafal  Asmaul Husna. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk membaca dan menghafal Asmaul Husna. Dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 180:


Artinya:
”Hanya milik Allah Al-Asma Al-Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang  dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf [7]:180).


                                   Al-Mujib (المُجِيْبُ)
Al-Mujib artinya yang mengabulkan do’a. Allah mengabulkan  doa  orang-orang yang memohon kepada-Nya. Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 186 Allah berfirman :
وَإذَا سَألَكَ عِبَاِدىْ عَنّى فَإنّى قَريْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِىْ            وَلْيُؤِمِنُوْا بِىْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ (البقرة:186)
Artinya :
“ Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku sangat dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Q.S. Al-Baqarah : 186).

Kita dianjurkan untuk berdo’a kepada Allah karena hanya Dialah yang Maha mengabulkan do’a-do’a kita. Berdo’a kepada selain Allah adalah perbuatan dosa besar dan tidak akan terkabul.

Al-Jabbar (الجَبَّارُ)
Al-Jabbar artinya Yang Maha Memaksakan kehendak. Kehendak Allah tidak dapat diingkari dan pasti terjadi. Sesuatu yang menurut manusia tidak mungkin terjadi tetapi menurut Allah segalanya mungkin dan bisa terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Misalnya kita mengira orang yang sakit parah akan meninggal dunia tetapi kenyataannya orang tersebut menjadi sembuh dan sehat kembali. Disitulah Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi. Apabila Allah telah menentukan sesuatu maka tidak ada yang bisa menghalanginya.


Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang terbaik. Allah menjanjikan  pahala  dan masuk surga kepada barang siapa yang menghafal  Asmaul Husna. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk membaca dan menghafal Asmaul Husna. Dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 180:
 





Artinya:
”Hanya milik Allah Al-Asma Al-Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang  dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf [7]:180).

1.   Al-Mujib (المُجِيْبُ)
Al-Mujib artinya yang mengabulkan do’a. Allah mengabulkan  doa  orang-orang yang memohon kepada-Nya. Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 186 Allah berfirman :
وَإذَا سَألَكَ عِبَاِدىْ عَنّى فَإنّى قَريْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِىْ            وَلْيُؤِمِنُوْا بِىْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ (البقرة:186)
Artinya :
“ Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku sangat dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Q.S. Al-Baqarah : 186).

Kita dianjurkan untuk berdo’a kepada Allah karena hanya Dialah yang Maha mengabulkan do’a-do’a kita. Berdo’a kepada selain Allah adalah perbuatan dosa besar dan tidak akan terkabul.

Asma Al-Husna


Berikut manfaat membaca Asmaul Husna !

bersuci


Wudhu

Pengertian Wudhu
Wudhu menurut bahasa artinya bersih atau indah sedangkan menurut syara' artinya membersihkan anggota-anggota wudhu untuk menghilangkan hadast kecil. Wudhu merupakan syarat syah Sholat, yang dikerjakan sebelum melakukan sholat adapun anjuran berwudhu yang tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-maidah ayat 6.

Syarat-syarat wudhu 
Berikut adalah syarat-syarat berwudhu:
1. Beragama Islam
2. Mumayiz
3. Tidak sedang berhadast besar
4. Menggunakan air yang suci dan mensucikan
5. Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit


Rukun-rukun Wudhu
1.  Niat (sengaja ) menghilangkan hadast atau sengaja berwudhu.
2.  Membasuh Muka
 3. Membasuh kedua tangan sampai siku.
 4. Menyapu sebagian kepala dengan air.
 5. Membasuk kedua kaki sampai mata kaki
 6. Menertibkan rukun-rukun tersebut secara berurutan
7. Sunnah-sunnah wudhu
8. Berikut adalah sunnah-sunnah wudhu:
9. Membaca basmalah pada permulaan wudhu
10. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan
11. Berkumur-kumur
12. Membasuh lubang hidung sebelum berniat.
13. Menyapu seluruh kepala dengan air.
14. Mendahulukan anggota kanan daripada yang kiri.
15. Membasuh kedua daun telinga luar dan dalam.
16. Tiap kali membasuh anggota wudhu sebanyak tiga kali 3x
17. Menyela-nyela jari tangan dan kali.
18. Tertib ( berurutan)





Tata cara berwudhu


Tata Cara Berwudhu 


Uji Kompetensi 1 Fiqih

Uji Kompetensi 1 

Jawablah soal berikut dengan benar.

1. Apa pengertian Zakat fitrah ?
2. Apa hukum tidak mengeluarkan zakat fitrah ?
3. kapan waktu mengeluarkan zakat fitrah ?
4. Apa perbedaan zakat fitrah dengan infaq ?
5. Siapa saja yang berhak menerima zakat ?


Semangat mengerjakan !! 



Uji Kompetensi 1

1. apa pengertian Zakat fitrah ?
2. Apa hukum tidak mengeluarkan zakat fitrah ?
3. kapan waktu mengeluarkan zakat fitrah ?
4. Apa perbedaan zakat fitrah dengan infaq ?
5. siapa saja yang berhak menerima zakat ?

Uji Kompetensi
Uji Kompetensi

Tata Cara Zakat Fitrah

 

Zakat Fitrah 
  • Pengertian Zakat Fitrah 
Istilah zakat berasal dari kata Arab yang berarti suci atau kesucian, atau lain yaitu keberkahan. Menurut istilah Agama Islam zakat adalah ukuran/ kadar harta tertentu yang harus dikeluarkan oleh pemiliknya untuk diserahkan kepada golongan/orang-orang yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu. Berarti seorang muslim yang telah memiliki harta dengan jumlah tertentu (nisab) sesuai dengan ketentuan dan waktu tertentu (haul), yaitu satu tahun wajib mengeluarkan zakatnya.

Zakat fitrah juga disebut zakat jiwa yaitu setiap jiwa/orang yang beragama  Islam harus memberikan harta yang berupa makanan pokok kepada orang yang berhak menerimanya, dan dikeluarkan pada bulan Ramadhan sampai dengan sebelum shalat Idul Fitri pada bulan Syawal.

  • Tujuan Zakat Fitrah :

Adapun Tujuan zakat adalah sebagaimana yang dijelaskan melalui firman Allah dalam surah at- Taubah ayat 103.

  • Hukum Zakat Fitrah :
Mengeluarkan zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan, merdeka atau hamba sahaya. Orang yang berkewajiban membayar zakat fitrah apabila mempunyai kelebihan makanan sehari semalam dalam keluarga itu yang hidup sejak awal sampai terbenamnya matahari akhir bulan Ramadan. Dasar hukum mengeluarkan zakat fitrah terdapat Al-Qur'an dan hadis. 

  • Syarat orang yang berkewajiban membayar zakat fitrah:

Orang-orang yang wajib  mengeluarkan zakat fitrah syaratnya adalah :
a.  Beragama Islam.
b. Orang tersebut,  ketika sebelum matahari terbit pada hari raya Idul Fitri masih hidup (yang baru lahir maupun dalam sakaratul maut).
c.  Mampu menafkahi dirinya dan keluarganya.
d.  Orang yang tidak berada di bawah tanggung jawab orang lain.
e. Seorang kepala rumah tangga wajib mengeluarkan zakat fitrah bagi dirinya, istri, anak-anaknya, ibunya dan orang lain yang menjadi tanggungannya misalnya karyawannya, pembantunya dan lainnya.

Orang yang berhak menerima zakat fitrah:
a.    Fakir ádalah orang yang tidak memiliki harta benda dan tidak memiliki        pekerjaan untuk mencarinya.
b.     Miskin  adalah orang yang  memiliki harta tetapi hanya cukup untuk memenuhi   kebutuhan hidupnya.
c.       Amil adalah orang yang mengelola  pengumpulan dan pembagian zakat.
d.   Muallaf adalah orang yang masih lemah imannya karena baru mengenal dan    menyatakan masuk Islam.
e.  Budak atau hamba sahaya adalah orang yang memiliki kesempatan untuk merdeka tetapi tidak memiliki  harta benda untuk menebusnya. Untuk sekarang ini, perbudakan semacam itu sudah tidak ada di negara kita (Indonesia).
f.      Garim yaitu orang yang memiliki hutang banyak  sedangkan dia tidak bisa
Melunasinya.
g.   Fisabilillah adalah orang-orang yang berjuang di jalan Allah sedangkan dalam perjuangannya tidak mendapatkan gaji dari siapapun.
h.    Ibnu Sabil yaitu orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan, sehingga sangat membutuhkan bantuan.





Uji Kompetensi Pembelajaran 3


Uji Kompetensi tematik pembelajaran 3

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat !

1. Sebutkan sikap yang mencerminkan penerapan sila pancasila ke 3 !

2. Tulislah bunyi sila pancasila ke 2 !

3. Apa arti dari Pancasila ?

4. Buatlah cerita yang berhubungan dengan penerapan sila pancasila ke 1 !

5. Tulislah apa yang kalian kelian ketahui tentang pancasila ! 

6. Gambar lah lambang dari sila ke 3 !

Tetap semangat ya !! 

Nilai-nilai Pancasila

Nilai-nilai Pancasila 


1. Ketuhanan yang maha Esa

Beriman kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianutnya. Nilai yang terkandung dalam sila ini juga mengharuskan kita untuk saling menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama yang berbeda-beda. Kita tidak boleh memaksakan suatu agama dan keperyaaan kepada orang lain, kita harus saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah.


2. kemanusiaan yang adil dan beradab

Setiap warga negara hendaklah  mengakui persamaan derajat, persamaan kewajiban antara sesama manusia sebagai asas kebersamaan bangsa Indonesia, dan persamaan hak. Dengan menjunjung tinggi persamaan derajat, hak, dan kewajiban, maka seluruh bangsa Indonesia bersama-sama akan mampu menegakkan dan juga memelihara kebersamaan. Penerapan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mengembangkan rasa saling mencintai sesama manusia, sikap tenggang rasa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,  gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, serta berani menegakkan kebenaran dan keadilan.

3. Persatuan Indonesia
Makna dan nilai yang terkandung dalam sila ini adalah menjaga persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia. Dengan menerapkan sikap cinta tanah air, rela berkorban demi bangsa dan negara, serta memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan                           perwakilan. 
Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama. Kedudukan yang sama tersebut hendaknya digunakan secara sadar dengan mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Selain itu, warga negara Indonesia harus selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan suatu persoalan bersama. Penerapan dalam sikap sehari-hari adalah dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, serta mengutamakan budaya musyawarah dalam menyelesaikan masalah dengan diliputi oleh semangat kekeluargaan.

5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
          Kita harus menghindarkan diri dari sifat pemborosan, selalu bergaya hidup mewah, dan perbuatan-perbuatan yang merugikan kepentingan umum. Bekerja keras dan menghargai hasil kerja keras orang lain sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sikap kebersamaan. Di samping itu, harus dikembangkan pula sikap adil terhadap sesama, menghormati hak orang lain, serta menolong dan menghargai orang lain.






Beriman kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianutnya. Nilai yang terkandung dalam sila ini juga mengharuskan kita untuk saling menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama yang berbeda-beda. Kita tidak boleh memaksakan suatu agama dan keperyaaan kepada orang lain, kita harus saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah.




Setiap warga negara hendaklah  mengakui persamaan derajat, persamaan kewajiban antara sesama manusia sebagai asas kebersamaan bangsa Indonesia, dan persamaan hak. Dengan menjunjung tinggi persamaan derajat, hak, dan kewajiban, maka seluruh bangsa Indonesia bersama-sama akan mampu menegakkan dan juga memelihara kebersamaan. Penerapan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mengembangkan rasa saling mencintai sesama manusia, sikap tenggang rasa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,  gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, serta berani menegakkan kebenaran dan keadilan.

Sejarah Kebudayaan Islam

Kepribadian Nabi Muhammad. SAW   Simaklah video tentang kepribadian Nabi Muhammad. SAW ! # Semoga bisa meniru kepriba...